Badan Litbangkes Paparkan Hasil Sementara Studi Evaluatif Implementasi Jaminan Persalinan Tahun 2012

Wamenkes saat memberikan paparan pada Seminar Jampersal

Jaminan Persalinan (Jampersal) adalah jaminan pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan kesehatan nifas termasuk KB pascapersalinan dan pelayanan bayi baru lahir.

 

Sejak diluncurkan pada tahun 2011, Jampersal telah dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di seluruh Tanah Air dan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun demikian sebagai program yang masih relatif baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Hal tersebut diketahui antara lain dari berbagai hasil penelitian yang dilakukan beberapa pihak. Salah satu penelitian adalah Studi Evaluatif Implementasi Jaminan Persalinan Tahun 2012 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, tepatnya oleh Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Hasil studi tersebut adalah salah satu yang dipaparkan pada Seminar Hasil Studi Pelaksanaan Jaminan Persalinan Tahun 2011-2012 yang diselenggarakan Direktorat Bina Kesehatan Ibu pada tanggal 10 Agustus 2012 di Ruang J. Leimena Kementerian Kesehatan. Baca Selengkapnya »

Rangkaian HKN Ke-48 Tahun 2012: Seminar Sehari Hasil Studi Pelaksanaan Jampersal Tahun 2011-2012

Dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-48 Tahun 2012, Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA telah menyelenggarakan Seminar Sehari Hasil Studi Pelaksanaan Jaminan Persalinan Tahun 2011-2012. Dibuka oleh Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan hasil beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa pihak tentang pelaksanaan Program Jampersal tahun 2011-2012. Baca Selengkapnya »

Juknis Jampersal 2012 telah terbit

Pada tanggal 27 Desember 2011, Menteri Kesehatan telah menandatangani Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 2562/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan.

Dengan demikian secara resmi Petunjuk Teknis Jaminan Persalinan (Juknis Jampersal) Tahun 2012 telah diterbitkan dan kegiatan Jampersal telah siap dilaksanakan per 1 Januari 2012. (file Juknis Jampersal 2012 dapat diunduh pada website ini pada menu Download atau Jampersal). Baca Selengkapnya »

Menteri Kesehatan Mengharapkan Para Bidan Sukseskan Jampersal

Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH mengharapkan dukungan penuh para bidan sebagai ujung tombak terdepan pelayanan dasar KIA-KB untuk memberikan pelayanan Jampersal dengan sebaik-baiknya. Demikian ditegaskan Menteri Kesehatan pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Solo, Jawa  Tengah, 14 Oktober 2011. Baca Selengkapnya »

Sosialisasi Jaminan Persalinan di Kabupaten Jayapura, Papua

Dalam rangka meningkatkan pemahaman stakeholders di tingkat kabupaten tentang Jampersal, Direktorat Bina Kesehatan Ibu bekerja sama dengan UNFPA menyelenggarakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Jampersal Tingkat Kabupaten di lokasi binaan UNFPA. Baca Selengkapnya »

Jaminan Persalinan, Upaya Terobosan Kementerian Kesehatan dalam Percepatan Pencapaian Target MDGs

Pembangunan kesehatan saat ini telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat. Pada periode 2004 sampai dengan 2007 terjadi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 307 per 100.000 kelahiran hidup menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 35 per 1000 kelahiran hidup menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup. Namun demikian keberhasilan tersebut masih perlu terus ditingkatkan, mengingat AKI dan AKB di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya.

 

Target RPJMN Tahun 2010-2014 mengamanatkan agar AKI dapat diturunkan menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2014. Selain itu, kesepakatan global Millennium Development Goals (MDGs) menargetkan AKI di Indonesia dapat diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

 

Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah pesalinan, yaitu perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), komplikasi pueperium 8%, partus macet 5%, abortus 5%, trauma obstetrik 5%, emboli 3%, dan lain-lain 11% (SKRT 2001).

 

Kematian ibu juga masih banyak diakibatkan faktor resiko tidak langsung berupa keterlambatan (Tiga Terlambat), yaitu terlambat mengambil keputusan dan mengenali tanda bahaya, terlambat dirujuk, dan terlambat mendapat penanganan medis. Salah satu upaya pencegahannya adalah melakukan persalinan yang ditolong  oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut hasil Riskesdas 2010, persalinan oleh tenaga kesehatan pada kelompok sasaran miskin (Quintil 1) baru mencapai sekitar 69,3%. Sedangkan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan kebijakan terobosan untuk meningkatkan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Dalam upaya menjamin akses pelayanan  persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB, maka pada tahun 2011 Kementerian Kesehatan meluncurkan upaya terobosan berupa Jaminan Persalinan (Jampersal).

 

Jampersal dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi ibu hamil untuk mendapatkan jaminan persalinan, yang di dalamnya termasuk pemeriksaan kehamilan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, dan pelayanan bayi baru lahir. Dengan demikian, kehadiran Jampersal diharapkan dapat mengurangi terjadinya Tiga Terlambat tersebut sehingga dapat mengakselerasi tujuan pencapaian MDGs, khususnya MDGs 4 dan 5. ©